Pages

Kamis, 07 Juni 2012

Education's Quotes

 “Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Berarti juga, anak-anak yang tidak terdidik di Republik ini adalah "dosa" setiap orang terdidik yang dimiliki di Republik ini. Anak-anak nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan.”
(Anies Baswedan, Indonesia Mengajar)
“Murid yang paling bodoh adalah bukan yg tidak mau belajar, akan tetapi yang setengah2 dalam mengenyam pelajarannya”
(Elva Aulina)
Pengetahuan akan firman Allah tanpa pendidikan sekolah lebih baik daripada memiliki gelar tapi tidak mengenal Allah
(Willian Lyon Phelps)
Hidup adalah sekolah terbaik & pengalaman adalah guru terbaik karena mereka mengajarkan hal yang tidak diajarkan guru di sekolah.  Anonim
Bagi saja ada dua macam bangsawan, ialah bangsawan fikiran dan bangsawan budi. Tidaklah yang lebih gila dan bodoh menurut pendapat saya dari pada melihat orang yang membanggakan asal keturunannya.
(Kartini)
Ilmu yang benar akan membangkitkan sifat tawadhu. Seorang alim semakin bertambah ilmu semakin sadar akan luasnya ilmu Allah.
(Abdullah Gymnastiar)
Seseorang yang menguasai dirinya sendiri akan segera menguasai orang lain. Ilmu pengetahuan adalah harta karun tetapi latihan adalah kunci pembukanya. Dengan ilmu pengetahuan, ketahuilah diri sendiri.
(Peribahasa Inggris)
Pendidikan mengembangkan kemampuan, tetapi tidak menciptakannya.
(Voltaire)
Di dalam kepala yang dipenuhi ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan sedikit sekali ruangan tersisa bagi kecongkakkan.
(Anonim)
Rahasia membangun kepercayaan adalah tiada hari tanpa bertambah ilmu, tiada hari tanpa bertambah wawasan, tiada hari tanpa mendapatkan koreksi.
(Abdullah Gymnastiar)
Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa membebani.
(Anonim)
Tidak peduli seberapa baik kita, kita tidak bisa bergantung pada diri sendiri. Kita selalu membutuhkan Tuhan. - Anonim
Engkau dapat memberikan satu pelajaran pada seorang murid dalam satu hari; tetapi jika engkau mengembangkan rasa keingintahuan pada dirinya, maka dia akan terus menerus belajar selama dia hidup.
(Clay P. Bedford)
Tugas pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.
(Maria Montessori)
Pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis.
(Aristoteles)
Akar dari prestasi sejati terletak pada keinginan untuk menjadi yang terbaik.
(Harold Taylor)
Mengetahui sesuatu dan memahami segala sesuatu adalah lebih baik dari pada mengetahui segala sesuatu, tetapi tidak memahami sesuatu. - Anonim
Kita tidak bisa menjadi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tapi kita bisa berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain.
(Michel De Montaigne)

Jumat, 01 Juni 2012

15.000 Siswa Tak Lulus UN SMP


JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah mengumumkan hasil Ujian Nasional (UN) jenjang SMP. Tercatat 3.681.920 siswa (99,57 persen) berhasil lulus UN.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, masih ada 15.945 siswa (0,43 persen) tidak lulus UN. Angka tersebut berasal dari 3.726.872 siswa yang secara sah mengikuti UN.

"Sebenarnya yang terdaftar jadi peserta UN itu 3,745.967 siswa, namun karena sejumlah persyaratan, akhirnya ada belasan ribu siswa yang batal mengikuti UN," kata Nuh di gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (1/6/2012).

Seperti diberitakan, peserta UN jenjang SMP diharuskan mengerjakan empat mata ujian, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPA. Soal-soal tersebut dibagi ke dalam lima paket soal dengan standar keamanan sangat tinggi, dengan setiap soal memiliki kode tertentu yang menandakan tempat pencetakan soal. Dengan demikian, segala kecurangan dapat ditelusuri melalui kode-kode tersebut.

Dijadwalkan, baru Sabtu (2/6/2012) besok para siswa secara serentak akan menerima hasil UN melalui sekolah.

http://edukasi.kompas.com/read/2012/06/01/1539264/15.000.Siswa.Tak.Lulus.UN.SMP

RIHLAH PENDIDIKAN BEM FAKTA



           Hidup Guru” … itulah sepenggal kalimat yang diucapkan oleh Ketua Panitia saat pembukaan rihlah pendidikan yang diadakan oleh BEM FAKTA pada hari Minggu. 6 Mei 2012. Disusul sesaat kemudian berupa sambutan dari Presiden BEM FAKTA 
            Kegiatan ini dilaksanakan semata-mata karena adanya ide yang timbul dari personel BEM FAKTA sendiri. Kegiatan ini bermarkas di TMII, tepatnya di camp BAYT AL-HIKMAH. Dengan pemandangan yang begitu indah juga pelayanan yang bagus dari petugas setempat, kegiatan ini berjalan dengan sangat lancar. Settingan ruangan yang bermodel seperti ruang sidang anggota DPR RI lebih menambah semangat ketika acara diskusi dimulai dan ketika acara itu sedang berlangsung. Antusiasme dari setiap peserta diskusi akan tema besar yang diangkat yaitu “PENGOPTIMALISASIAN DIRI TERHADAP PENDIDIKAN QUR’ANI” menghadirkan suatu diskusi yang cukup sengit antar masing-masing kelompok yang telah di bagi oleh panitia sebelumnya.
            Setelah beradu dengan sejumlah argumen yang cukup sengit (sebagaimana yang telah disebutkan di atas) dan pertempuran yang membara-bara, diskusi ditutup dengan door prize yang hadiahnya berupa kalung kehormatan yang berisi gantungan snack yang cukup menggoda naluri dan hasrat bagi siapa saja yang melihatnya (dikarenakan pada saat itu papa peserta sedang dalam keadaan lapar dan haus). Dengan penyerahan yang diberikan langsung oleh Presiden BEM FAKTA, Ketua Panitia Penyelenggara, serta salah satu Panitia. Diiringi dengan tepuk tangan yang meriah akhirnya sesi penganugerahan pun selesai.
            Penutupan rihlah di tutup dengan makan siang yang lezatnya sangat penuh berkah karena kebersamaan yang terjalin antara peserta, panitia, presiden yang berbaur menjadi satu. Dengan solidaritas dan rasa kekeluargaan yang kuat, pada akhirnya kegiatan rihlah yang dilaksanakan oleh BEM FAKTA dapat berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan. Dan walaupun terdapat hambatan, semuanya dapat di atasi.
           
            

Sabtu, 19 Mei 2012

Mata Ayah - Cerita Inspirasi


Cerita ini berawal di sebuah sudut kota Bali. Disana ada seorang remaja, sebut saja namanya Den. Di rumah, Den cuma hidup dengan ayahnya. Kakak-kakak Den sudah menikah dan tidak tinggal di rumahnya lagi. Den adalah seorang siswa kelas 2 SMP. Den juga suka bermain sepak bola. Ia sangat menyukai olah raga itu. Den cukup aktif di dalam klub sepak bola di kotanya. Den mendapat dukungan yang sangat kuat dari ayahnya akan hobinya tersebut.
Den berlatih sepak bola dengan timnya tiga kali seminggu. Sesekali timnya juga mengikuti beberapa kompetisi dan beberapa kali pernah menang. Seperti kali ini, timnya sedang mengikuti sebuah kejuaraan sepak bola yang cukup bergengsi. Pertandingan demi pertandingan dilalui dengan lancar hingga membawa tim tersebut ke babak grand final yang akan diselenggarakan  hari sabtu nanti.
Tetapi pada hari Selasa, sebuah berita duka terjadi. Ayah Den meninggal dunia. Dengan menyesal Den meminta ijin pelatihnya bahwa dia tidak bisa datang latihan hari ini. Sang pelatih pun memahami keadaan tersebut. Bahkan sang pelatih juga menyarankan Den untuk beristirahat sejenak. “Jika berkeberatan, kamu tidak perlu memaksakan diri untuk mengikuti pertandingan final besok Sabtu. Tenangkan dirimu dulu, kami akan selalu menunggu kehadiranmu kembali.” Kata pelatih itu.
Pertandingan grand final hari Sabtu pun tiba. Penonton tampak berjubel di tribun lapangan. Kesebelasan Den tampak sangat terdesak oleh tim lawan. Skor saat ini menunjukkan 2-0 untuk tim lawan. Padahal pertandingan sudah berlangsung 20 menit pada babak ke dua.
Tiba-tiba Den menampakkan diri di pinggir lapangan. Tanpa banyak tanya ia langsung ganti baju, memakai sepatu, dan melakukan sedikit pemanasan dengan bola kesayangannya di pinggir lapangan. Pelatih dan rekan-rekan timnya heran dan terkejut melihat hal ini. “Ijinkan saya ikut bertanding pak!” Seru Den pada pelatihnya. Setelah berpikir sejenak, akhirnya pelatih itu mengijinkan Den masuk ke tengah lapangan.
Hal yang mengejutkan terjadi. Entah bagaimana, permainan Den pada malam itu sangat cemerlang. Ia seperti tidak memiliki rasa lelah untuk berlari, merebut, dan menendang bola di menit-menit terakhir itu. Tenaga rekan-rekan satu timnya yang mulai terkuras habis pun menjadi bangkit melihat semangat Den.
Tak diduga, malam itu Den berhasil memasukkan tiga bola ke gawang lawan. Sebuah lompatan tersendiri bagi prestasi Den di timnya selama ini. Sebab selama ini Den jarang memasukkan bola ke gawang lawan, sekalipun beberapa kali pernah ditempatkan pelatih pada posisi striker seperti pada pertandingan malam ini. Akhirnya pertandingan pun selesai. Kesebelasan Den menang dari tim lawan dengan skor 2-3.
“Ada apa kamu, Den? Aku belum pernah melihatmu sehebat ini! Motivasi dan tenagamu malam ini sangat cemerlang!” Seru pelatih dengan bangga.
“Tahukah, pak? bahwa selama ini Ayah sangat mendukung permainan sepak bola saya. Bahkan ia selalu berharap kelak saya bisa menjadi seorang bintang sepak bola.” Kata Den sambil terengah-engah.
“Tahukah pula, Pak. Kalau Ayah saya buta? memang selama ini dia selalu duduk di antara penonton untuk mengikuti setiap pertandingan saya, tetapi seumur hidup dia belum pernah benar-benar melihat saya bertanding!”
Den melanjutkan, “Dan malam ini adalah kali pertama Ayah benar-benar melihat saya bertanding, saya ingin menunjukkan kepada dia, bahwa saya memang pantas untuk dilihat oleh dia.”


Kamis, 17 Mei 2012

Sebuah Cerita Inspirasi utk Pendidikan Indonesia "Pelajar Teladan"




Untuk direnungkan....
Ini juga berguna bagi pendidikan di Indonesia
 


Quote:
Ada seorang pelajar teladan, telah menjuarai banyak olimpiade pelajar, tak heran begitu banyaknya medali dan trofi yang tersimpan diruang pialanya. Adapun ia sekarang duduk dibangku perkuliahan, diadakanlah tes seleksi beasiswa penuh di Universitas terkemuka diluar negeri. Iapun optimis pasti mendapatkannya.

Pada saat tes potensi akademik, ia meraih nilai paling tertinggi diantara yang lain. Kemudian dilanjutkan dihari kedua, yaitu tes interview.

Interviewer :"Apakah yang membuat anda optimis mendapatkan beasiswa ini?"

Pelajar:" Saya pernah mengikuti dan memenangkan banyak penghargaan di Olimpiade dari tingkat umum hingga internasional"


Interviewer :"Adakah yang lain?"

Pelajar:" Oh iya, saya selalu rangking 1 dikelas serta menjadi juara umum disekolah saya, adapun IP sekarang 4.0"

Interviewer :"Adakah yang lain?" 

Pelajar:" Baiklah, saya telah menguasai konsep fisika modern serta kalkulus dari sejak umur 10 tahun"


Interviewer:"Adakah yang lain?" 

Pelajar:" Cukup, ini saja"

Interviewer:"Baiklah, terimakasih mau berpatisipasi dalam interview sesi ini" 

Pada hari pengumuman, ia sangat kecewa karena tidak mendapati namanya dalam penerima beasiswa tersebut. Iapun tanpa segan2 mendatangi sang interviewer.

Pelajar:"Bapak! Mengapa saya tidak mendapatkan beasiswa tersebut?!!"

Interviewer:"Ada orang yang lebih baik mendapatkannya"


Pelajar:"Adakah orang itu memenangkan banyak olimpiade dibandingkan saya??!! Ataukah dia pelajar yang ekonominya kurang mampu sehingga bapak mengasihaninya??!!"

Dengan senyum ia menjawab...

Interviewer:
"Anda telah memenangkan banyak olimpiade dan banyak penghargaan, tidakkah anda juga memberi kesempatan orang lain menang? Dan sekarang dihadapan saya ada seorang ambisius yang marah karena keegoisannya tak terpenuhi!"

Quote : 
Jangan biarkan demi pengetahuan moral diabaikan.
Jangan biarkan demi naik ke puncak, menginjak yang dibawah.
Jayalah pendidikan di Indonesia! 


sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8338146

Nyanyian yang mengejutkan penonton

Rabu, 16 Mei 2012

SUSUNAN KABINET BEM FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA PERIODE 2011/2012



PRESIDEN : ITA NAFIDZATUL HUSNA (VI)
SEKJEND : FEBRIANA MUASYIQOH (VI)
BENDAHARA : FAFIKA HIKMATUL MAULA (IV)

DEPARTEMEN-DEPARTEMEN
DEPARTEMEN DALAM NEGERI
MENTERI : MIMI JAMILAH (VI)
STAF       : NURAIDA FITRI FAUZIAH (VI)
               : NUR IZZAH (IV)
               : FAUZIAH USWANAS (IV)
               : RIF’AH KARLOS (II)
DEPARTEMEN LUAR NEGERI
MENTERI : URI SAFITRI (VI)
STAF       : NURLELA OHORELA (VI)
               : RATU KHAIRANI SYARITA (VI)
               : SALWA FAKHRIANI (IV)
               : ZIAN ULF HAQ NISAUL ALAMIN (II)

Template by : kendhin x-template.blogspot.com