Pages

Sabtu, 12 Mei 2012

Birrul walidain (Berbakti kepada orangtua)


Sebagian besar orang tua menginginkan anak-anaknya kelak menjadi anak/orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya (birrul walidain). Namun tidak sedikit apa yang dilakukan oleh orang tua tidak sejalan dengan keinginan tersebut. Hal ini berawal dari kesalah pahaman orang tua akan definisi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Misalnya saja orang tua yang mendefinisikan anak yang berbakti kepada kedua orang tua adalah anak yang senantiasa meringankan pekerjaan orang tuanya seperti menyapu dan mencuci baju.Begitu pula sebagian orang tua memahami anak yang berbakti kepada kedua orang tua adalah anak yang mampu membantu kedua orang tuanya secara ekonomi. Dengan kata lain menjadikan materi sebagai ukurannya.

Padahal sesungguhnya ada yang lebih besar dari pada kedua contoh di atas. Apa yang dibutuhkan oleh orang tua adalah anak yang mampu membantu mengurusi orang tua tatkala orang tuanya sudah lemah secara fisik bahkan mesti dibantu dalam mengurusi dirinya seperti buang kotoran, mandi dan ganti baju. Sudahkah kita menyiapkan anak kita menjadi anak yang siap menghadapi kondisi itu? Bukankah menjadi tua adalah suatu keharusan ketika umur kita panjang?

Lebih dari itu yang mesti ditunggu dari anak kita adalah mereka akan selalu mendoakan dan beramal shaleh untuk kedua orang tuanya ketika orang tuanya sudah meninggal. Lagi-lagi apakah kita sudah menyiapkan anak kita akan melakukan hal itu setelah kita meninggal nanti?

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com