Sebagian
besar orang tua menginginkan anak-anaknya kelak menjadi anak/orang yang
berbakti kepada kedua orang tuanya (birrul walidain). Namun tidak sedikit apa
yang dilakukan oleh orang tua tidak sejalan dengan keinginan tersebut. Hal ini
berawal dari kesalah pahaman orang tua akan definisi anak yang berbakti kepada
kedua orang tuanya. Misalnya saja orang tua yang mendefinisikan anak yang
berbakti kepada kedua orang tua adalah anak yang senantiasa meringankan
pekerjaan orang tuanya seperti menyapu dan mencuci baju.Begitu pula sebagian
orang tua memahami anak yang berbakti kepada kedua orang tua adalah anak yang
mampu membantu kedua orang tuanya secara ekonomi. Dengan kata lain menjadikan
materi sebagai ukurannya.
Padahal
sesungguhnya ada yang lebih besar dari pada kedua contoh di atas. Apa yang
dibutuhkan oleh orang tua adalah anak yang mampu membantu mengurusi orang tua
tatkala orang tuanya sudah lemah secara fisik bahkan mesti dibantu dalam
mengurusi dirinya seperti buang kotoran, mandi dan ganti baju. Sudahkah kita menyiapkan
anak kita menjadi anak yang siap menghadapi kondisi itu? Bukankah menjadi tua
adalah suatu keharusan ketika umur kita panjang?
Lebih
dari itu yang mesti ditunggu dari anak kita adalah mereka akan selalu mendoakan
dan beramal shaleh untuk kedua orang tuanya ketika orang tuanya sudah
meninggal. Lagi-lagi apakah kita sudah menyiapkan anak kita akan melakukan hal
itu setelah kita meninggal nanti?


0 komentar:
Posting Komentar